https://gresriau.com


Copyright © gresriau.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Perkuat Pemasaran Produk Lokal, BPPMT Pekanbaru Dampingi Alumni Pelatihan Digital Marketing di Pulau Rupat

Perkuat Pemasaran Produk Lokal, BPPMT Pekanbaru Dampingi Alumni Pelatihan Digital Marketing di Pulau Rupat

BENGKALIS, GRESRIAU.COM– Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru melaksanakan kegiatan pendampingan alumni pelatihan digital marketing di Kawasan Transmigrasi Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada 11–12 September 2026.

Pendampingan selama dua hari mencakup pengelolaan akun Shopee, pembuatan konten promosi, penyuntingan video, dan penyusunan rencana tindak lanjut kelompok usaha.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk usaha secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat, tersebut diikuti oleh 25 alumni pelatihan dari kawasan transmigrasi setempat, termasuk peserta dari Desa Sungai Cingam dan Makeruh. Pendampingan menjadi bagian dari upaya memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masyarakat.

Pendampingan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui diskusi, evaluasi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), konsultasi, dan praktik pemasaran digital. Peserta diberi ruang untuk menyampaikan perkembangan usaha, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah perbaikan bersama pendamping.

Kegiatan ini melibatkan dua Penggerak Swadaya Masyarakat dari BPPMT Pekanbaru dan perwakilan Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Kabupaten Bengkalis. Unsur pemerintah daerah melalui bidang transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis juga turut terlibat.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan pelaksanaan PLP EduAksi: FKIP Berdampak 2026 yang melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.

Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh ruang belajar lapangan untuk mengamati proses pemberdayaan masyarakat, mendukung dokumentasi kegiatan, serta mempelajari praktik pendampingan pemasaran digital bagi kelompok usaha. Keterlibatan mahasiswa diarahkan sebagai bagian dari pembelajaran partisipatif dan penguatan kompetensi Pendidikan Masyarakat.

Pembelajaran lapangan ini didampingi oleh dosen pengampu, Faisal Hamid Maka Raja, M.Pd. dan Tri Handoko, M.Pd. Mahasiswa diarahkan untuk menghubungkan pengalaman lapangan dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan kegiatan, serta refleksi dan pelaporan dalam PLP EduAksi.

Salah satu fokus kegiatan adalah penguatan keterampilan dalam mengelola akun pemasaran digital. Peserta mendapatkan pendampingan terkait pembuatan akun Shopee dan media sosial, pengembangan konten promosi, serta pemanfaatan video untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Praktik pembuatan konten mengangkat proses pengolahan produk, mulai dari pembuatan keripik singkong hingga tahap pengemasan. Peserta juga mempelajari penyuntingan video menggunakan aplikasi CapCut dan praktik mengunggah konten ke akun Shopee maupun media sosial.

Kegiatan ini diharapkan membantu pelaku usaha menyajikan informasi produk secara lebih menarik sekaligus memperluas peluang pemasaran melalui kanal digital. Dengan demikian, pemasaran tidak hanya bergantung pada penjualan secara langsung, tetapi juga dapat menjangkau calon konsumen melalui internet.

Selain keterampilan teknis, pendampingan menekankan keberlanjutan usaha melalui penyusunan dan pelaksanaan RKTL. Setiap kelompok usaha diarahkan menetapkan kegiatan lanjutan, jadwal pelaksanaan, serta keluaran yang ingin dicapai setelah kegiatan pendampingan berakhir.

Kelompok usaha Swadaya Trans merencanakan pengembangan produk keripik singkong dan keripik pisang, disertai pembuatan konten penjualan. Kelompok Berkah Jaya Cingam berfokus pada pengembangan produk anggota dan produksi konten pemasaran. Sementara itu, kelompok Srikandi Deduci merencanakan pengembangan akun Shopee Center, integrasi konten dengan Facebook Reels dan media sosial lainnya, serta pembuatan produk dan konten pemasaran baru.

Hasil evaluasi dalam laporan kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan RKTL kelompok usaha sedang berjalan sesuai jadwal yang disusun. Meskipun demikian, peserta masih membutuhkan pendampingan lanjutan, terutama dalam pembuatan konten promosi dan pengelolaan akun pemasaran digital.

Karena itu, dukungan pemerintah desa, perangkat daerah terkait, dan mitra pendamping menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program. Pendampingan secara langsung maupun melalui grup WhatsApp diharapkan membantu peserta berkonsultasi ketika menghadapi kendala dalam menerapkan keterampilan digital marketing.

Melalui kegiatan ini, BPPMT Pekanbaru mendorong alumni pelatihan untuk terus mengembangkan kompetensi, meningkatkan kualitas promosi, dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal. Keberlanjutan pendampingan diharapkan mendukung kemandirian kelompok usaha serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Peserta mempraktikkan penyampaian informasi produk sebagai bagian dari pengembangan konten promosi.

Sumber: Laporan Kegiatan Pendampingan Alumni Pelatihan Digital Marketing di Kawasan Transmigrasi Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Tahun 2026  BPPMT Pekanbaru.***