https://gresriau.com


Copyright © gresriau.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat

Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat

KUANSING, Gresriau.com   - Di tepian jalan yang membelah hijau dedaunan dan sunyi perkampungan, sebuah spanduk berdiri tegak, seakan menjadi suara yang tak terucap namun terasa. Spanduk ucapan Selamat Idulfitri dari DPC PAN Kuantan Singingi itu hadir bukan sekadar sebagai penanda hari raya, melainkan sebagai simbol sapaan politik yang lembut namun sarat makna.

Di wilayah Dapil II Kuansing, kehadiran spanduk tersebut seperti angin yang menyusup di sela-sela kehidupan masyarakat desa tenang, namun menyentuh. Dengan latar warna yang teduh dan wajah para tokoh yang terpampang, pesan “Bantu Rakyat” seolah bukan sekadar slogan, melainkan janji yang dititipkan di momen suci Idulfitri.

Nama Zulkifli Hasan dan Desta Harianto yang menghiasi spanduk itu menjadi representasi dari harapan yang digantungkan masyarakat bahwa politik tidak selalu hadir dalam hiruk-pikuk kekuasaan, tetapi juga dalam kesederhanaan sapaan di sudut desa.

Spanduk ini seolah berbicara kepada setiap mata yang memandang: bahwa politik yang sejati adalah yang mampu hadir tanpa mengganggu, menyapa tanpa memaksa, dan merangkul tanpa membedakan. Di tengah suasana Lebaran yang penuh maaf dan kebersamaan, pesan ini menjadi semakin relevan mengajak semua pihak untuk kembali pada esensi pengabdian.

Di Dapil II Kuansing, spanduk itu bukan hanya kain bergambar, melainkan narasi diam tentang bagaimana kekuasaan seharusnya berjalan: mendekat, menyentuh, dan berpihak pada rakyat hingga ke pelosok yang kerap terlupakan.

Sebab di sanalah, di antara jalan kecil dan pepohonan rindang, politik menemukan maknanya yang paling jujur.[***]