Dua Nakes UPT Puskesmas Gema di Dua Desa Kampar Kiri Hulu Tak Di Desa? Warga Kecewa, Begini Kata Camat dan Kapusnya!

Foto Akses Jalur Air, UPT Puskesmas Gema
Kampar Kiri Hulu, Riau - Dugaan bahwa dua tenaga kesehatan P3K UPT Puskesmas Gema tidak maksimal dalam menjalankan tugas di Desa Dua Sepakat dan Desa Koto Lama, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, telah menjadi perhatian publik. Kedua tenaga kesehatan tersebut dilaporkan jarang terlihat di desa penempatan tugas mereka dan tidak memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.
Kepala Desa Dua Sepakat, Andri, menyatakan bahwa tenaga kesehatan untuk desa Dua Sepakat sudah melaporkan keberadaannya dan terkendala oleh faktor debit air sungai dan transportasi. Sementara itu, Kepala Desa Koto Lama, Wilta Wantri, menyebutkan bahwa tenaga kesehatan untuk desa Koto Lama sudah mudik ke Desa Koto Lama dan saat ini sedang persiapan untuk wisuda.
Camat Kampar Kiri Hulu, Bustamar S.Pd, memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut pada Rabu sore (20/08/2025). Ia menyatakan bahwa dirinya belum pernah menerima laporan terkait masalah tersebut dan baru mengetahui informasi tersebut melalui permintaan konfirmasi dari jurnalis. Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan kinerja pegawai atau P3K merupakan tanggung jawab masing-masing instansi, seperti Puskesmas untuk tenaga kesehatan.
"Sejujurnya, selaku Camat, kami belum pernah dan belum ada laporannya. Itu baru melalui penyampaian informasi ini kami baru mengetahui," kata Camat Bustamar. Ia berharap klarifikasi ini dapat memberikan informasi yang jelas terkait dugaan tersebut dan menunjukkan bahwa kecamatan siap bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di desa-desa terpencil.
Usai Menjadi Sorotan, Puskesmas Gema Klarifikasi Isu Tenaga Kesehatan di Kampar Kiri Hulu
UPT Puskesmas Gema memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar tentang dua tenaga kesehatan di Kampar Kiri Hulu yang tidak menetap dan masuk ke desa tugasnya.
Menurut Plh. Kepala UPT Puskesmas Gema, Desi Susilawati, penempatan tenaga P3K tahap 2 di Puskesmas Gema terdiri dari 9 orang tenaga kesehatan dan 1 orang non-kesehatan. Dari 9 tenaga kesehatan, 1 orang ditempatkan di Desa Batusasak dan 8 orang di wilayah kerja Puskesmas Gema.
Desi menjelaskan bahwa dua orang tenaga kesehatan yang belum ditempatkan di desa masing-masing adalah karena kesulitan akses jalan air menuju desa tersebut akibat debit air sungai yang dangkal. "Setelah debit air naik, petugas desa Koto Lama telah ditempatkan dan melakukan pelayanan, namun belum menetap karena alasan akademik (yudisium dan wisuda)," ujarnya.
Sementara itu, petugas desa Dua Sepakat belum ditempatkan karena akses jalan air masih dangkal. Namun, Puskesmas Gema berencana melakukan penempatan melalui jalan darat via Desa Ludai.
"Kami memerintahkan kedua petugas untuk segera turun ke desa besok pagi, Kamis (21/08/2025), dan akan mendokumentasikan jalur yang dilalui," kata Desi.
Puskesmas Gema meminta maaf atas keterlambatan informasi dan berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang situasi di lapangan.
Warga Mendesak Bupati Evaluasi Kinerja Tenaga Kesehatan PPPK di Kampar Kiri Hulu
Warga Kampar Kiri Hulu meminta Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, untuk memberikan perhatian khusus dan melakukan evaluasi kinerja terhadap dua tenaga kesehatan PPPK yang bertugas di Desa Dua Sepakat dan Desa Koto Lama. Permintaan ini muncul setelah beredarnya informasi bahwa kedua tenaga kesehatan tersebut tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.
Berdasarkan klarifikasi yang dilakukan oleh Camat Kampar Kiri Hulu dan Kepala Puskesmas Gema, terdapat kesulitan akses jalan air menuju desa-desa tersebut akibat debit air sungai yang dangkal. Namun, warga tetap meminta Bupati untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan di desa-desa terpencil tersebut berjalan dengan baik.
Puskesmas Gema telah berencana melakukan penempatan tenaga kesehatan melalui jalan darat dan meminta maaf atas keterlambatan informasi. Warga berharap Bupati dapat memantau langsung situasi di lapangan dan memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kampar Kiri Hulu.
Ironis, hingga berita ini terbit, Kamis (21/08/2025), Plh Kepala UPT Puskesmas Gema, Desi Susilawati belum memberikan ruang untuk klarifikasi terhadap kedua tenaga kesehatan tersebut guna perimbangan berita. Alih-alih, ketika dipertanyakan kembali, bahwa ternyata nakes tersebut sudah diperintahkan pada Kamis pagi buta menuju desa penempatan tugas mereka sesuai SK yang ditandatangani oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar.
Menyikapi informasi ini, salah seorang Tokoh Muda di Kampar Kiri Hulu menilai adanya dugaan tidak profesionalnya sesuai amanah dan jabatan yang diembankan oleh pemerintah kepada mereka. Sehingga ketika ini menjadi sorotan, barulah kedua nakes bergegas menuju desa penempatan tugasnya sebagai bidan desa dengan status PPPK.